Artikel lain

Minggu, 16 November 2008

Akibat Rasa Malas

Kemalasan adalah sebuah penyakit berbahaya. Kalau kita tidak mewaspadainya, banyak persoalan muncul berlipat-lipat dan tak jarang menimbulkan kerugian. Tak percaya? Cobalah ikuti rasa malas untuk minum obat saat kita sakit! Cobalah ikuti rasa malas makan saat kita sedang lapar (padahal tidak puasa)! Cobalah ikuti rasa malas untuk mengambil jemuran padahal hari sudah mendung mau hujan! Cobalah ikuti kemalasan demi kemalasan dalam hidup ini, maka kita semua pasti merasakan akibatnya, baik langsung maupun tidak langsung.

Akhir-akhir ini banyak terjadi peristiwa longsor, dan di antaranya terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Cianjur. Ditengarai, salah satu penyebab longsor, selain karena kelabilan tanah di area tersebut, juga disebabkan oleh minimnya jumlah pohon besar yang akarnya bisa menjadi pengikat tanah.

Nah, mengapa jarang ditemukan pohon besar di sana? Yup! Anda pasti bisa juga menjawabnya bukan? Kemungkinan besar disebabkan oleh rasa malas warga untuk menanam pohon. Entah karena jarak antara satu rumah dengan rumah lainnya terlalu rapat sehingga tak ada ruang untuk menanam pohon atau warga di sana mungkin tidak punya pengetahuan cukup tentang gunanya pohon.

Harian Pikiran Rakyat di Bandung hari ini (17/11)juga memberitakan adanya pergerakan tanah di sekitar lereng Cadas Pangeran. Sebuah foto terpasang, dan tampak jelas bahwa lereng itu memang nyaris tak berpohon. Yang ada hanyalah tonggak-tonggak beton yang sejak tahun 2005 lalu dipasang untuk menahan laju longsor yang juga pernah terjadi di sana. Seberapa lama tongggak beton itu menahan gerakan tanah, tak ada yang tahu. Namun pertanyaan saya adalah, MENGAPA SOLUSI UNTUK LONGSOR SELALU HANYA BERSIFAT INSTAN SAJA DAN TIDAK DILANJUTKAN DENGAN SOLUSI JANGKA PANJANG YAITU MENANAMI AREAL TERSEBUT DENGAN PEPOHONAN YANG BERAKAR KUAT?

Penyebab Malas
Malas adalah salah satu tabiat manusia, sehingga wajar kalau ada do'a yang memohon untuk dijauhkan dari sifat malas: Allahuma innii a'uudzubika minal 'ajzi wal kasal... (Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari kelemahan dan kemalasan...). Tetapi selain itu, sesungguhnya manusia bisa mengatasi tabiat alamiah itu dengan mengetahui dan mewaspadai benar pemicu malas yaitu kurang lengkapnya pengetahuan dan kurangnya kepedulian. Kalau kita tidak tahu persis atau tidak peduli akibat yang bisa timbul karena kemalasan kita, kemungkinan besar kita akan terus memperturutkan rasa malas.

Bagaimana dengan mengajar dan mendidik anak-anak di rumah?
Hal itu tentu sangat urgen diperhatikan. Memperturutkan rasa malas untuk mengajari anak-anak tentang makanan sehat, mandiri dalam bertoilet, mandiri dalam belajar, mandiri dalam berpakaian, sholat, dan lain-lain akar berimbas kepada kita sendiri. Termasuk mengajari mereka untuk mencintai bumi yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada kita, menggali potensi-potensinya dengan ramah, dan memelihara kelestariannya, hal itu adalah pe er untuk kita semua, khususnya para orang tua.

Mari kita lawan rasa malas itu. Jangan biarkan ia meraja dan menguasai kita, karena kita tahu bukan? Hari ini tanpa pengetahuan yang cukup, tanpa pendidikan yang komprehensif, tanpa penyadaran yang terus-menerus, banyak persoalan terjadi di sekitar kita. Salam pendidikan!

Tidak ada komentar:

Tentang Saya

Saya, ibu dua anak. Anak-anak saya tidak bersekolah formal. Blog ini berisi perjalanan pemikiran saya tentang pendidikan di rumah dan turunannya.

Jika Anda menggunakan tulisan di blog ini sebagai referensi: (1) HARAP TIDAK ASAL copy paste, (2) Selalu mencantumkan link lengkap tulisan. Dengan begitu Anda telah berperan aktif dalam menjaga dan menghargai hak intelektual seseorang.