Artikel lain

Selasa, 23 Oktober 2007

Memperkenalkan Tanaman Obat


Semenjak saya tahu dan merasakan efek negatif obat-obatan modern, saya semakin tertarik dengan tanaman obat. Saya pikir, dengan pengetahuan yang memadai, beberapa penyakit ringan bahkan juga penyakit berat sesungguhnya bisa diatasi dengan obat-obatan alami. Tujuannya, untuk meminimalkan resiko penurunan kekebalan tubuh.

Oleh karena itulah saya memasukkan pengetahuan tentang tanaman obat dalam kurikulum belajar anak-anak. Saya berharap, dengan mengenal tanaman obat sejak kecil, anak-anak akan lebih akrab dan juga cinta obat-obatan alami.

Tahapan Belajar

Pertama kali yang kami lakukan adalah melihat macam-macam gambar tanaman obat. Setelah itu kami pilih 5 jenis yang paling mudah diperoleh di sekitar kami atau dibeli di warung. Sebagai permulaan kami ambil kunyit, jahe, kencur, lengkuas, dan daun sirih.



Anak-anak diminta untuk mengamati bentuk fisik masing-masing tanaman obat tersebut, membauinya, dan memotongnya untuk melihat bagian dalam khusus untuk umbi-umbian. Sebagai permainan kita juga bisa bermain tebak-tebakan untuk mendeteksi kepekaan penciuman. Dengan mata di terpejam, mintalah anak-anak untuk mencium bau salah satu rempah dan menebak namanya.

Acara belajar bisa dilanjutkan dengan menanam rempah tersebut di dalam pot untuk mengetahui bentuk daun dan batangnya. Mengamati tanaman itu bertunas setiap hari juga mengasyikkan.


Setelah belajar praktis dilakukan, saya mengambil info lebih detail tentang tanaman-tanaman tersebut di wikipedia versi indonesia www.id.wikipedia.org, dan anak-anak pun bisa membacanya pada saat senggang, terutama mengenai karakteristik dan fungsi tanaman-tanaman tersebut dalam pengobatan penyakit.

Semoga menjadi inspirasi bagi Anda

Tidak ada komentar:

Tentang Saya

Saya, ibu dua anak. Anak-anak saya tidak bersekolah formal. Blog ini berisi pemikiran, hasil belajar, dan beberapa pengalaman.

Jika Anda menggunakan tulisan di blog ini sebagai referensi: (1) HARAP TIDAK ASAL copy paste, (2) Selalu mencantumkan link lengkap tulisan. Dengan begitu Anda telah berperan aktif dalam menjaga dan menghargai hak intelektual seseorang.