Artikel lain

Sabtu, 28 Agustus 2010

Panen Ubi


Hari ini kami "pesta" ubi. Setelah kemarin saya memanen sendirian, kali ini anak-anak diajak. Ruang tanam seluas kurang lebih 6 meter persegi dipanen dua anak kecil kami yang takjub bukan kepalang. Hanya dengan tangan, ubi berhasil dicabut karena tanahnya sangat gembur.



Menanam ubi tidak-lah sulit. Cukup dengan menggunakan stek batang, ubi menjalar ke mana-mana dan bisa dipanen dalam waktu 3 bulan. Ubi yang kami panen ada yang kecil, ada juga yang besar.Kali ini baru percobaan. Kayaknya boleh juga dilanjutkan sebagai alternatif bahan pangan.



Setelah dikumpulkan, ubi lalu ditimbang. Eits! Karena wadah timbangan yang kami punya nggak muat, jadinya pakai baskom. Tentu saja terlebih dulu di-stel ke angka nol untuk menyesuaikan dengan bak timbang.




Hasilnya 1,8 kg. Lumayan juga. Bisa dibuat gorengan ubi atau kolak untuk berbuka puasa ^_^. Dan yang terpenting, anak-anak jadi belajar untuk terlibat dalam sebuah proses, betapapun remehnya. Suatu hari, entah kapan, setiap pengalaman praktis yang mereka lewati akan ada gunanya.

1 komentar:

Asuransi Syariah mengatakan...

Wahh,, keren nih ubi jalarnya, thanks banget untuk infonya

Tentang Saya

Saya, ibu dua anak. Anak-anak saya tidak bersekolah formal. Blog ini berisi perjalanan pemikiran saya tentang pendidikan di rumah dan turunannya.

Jika Anda menggunakan tulisan di blog ini sebagai referensi: (1) HARAP TIDAK ASAL copy paste, (2) Selalu mencantumkan link lengkap tulisan. Dengan begitu Anda telah berperan aktif dalam menjaga dan menghargai hak intelektual seseorang.