Artikel lain

Selasa, 14 Oktober 2008

Berbagi Peran dalam Mendidik Anak

Cari uang urusan ayah dan ngurus anak bagian ibu!

Begitulah kira-kira pandangan lama tentang pembagian peran ayah dan ibu dalam keluarga. Apakah harus sedemikian mutlaknya cara suami-istri mengelola peran untuk mendidik anak-anak?

Saya melihat,paradigma tersebut justru akan membuat proses pendidikan menjadi berat sebelah. Bukan dalam konteks keadilan jender tapi dalam konteks kepentingan anak-anak.

Ada hal-hal yang khas pada sosok ayah dan ibu. Anak-anak perlu mendapatkan input positif dari keduanya agar mereka memiliki figur yang seimbang dalam pendidikan. Anak perempuan kelak akan menjadi ibu dan dari contoh yang diperlihatkan ibunya ia akan belajar tentang pendidikan anak-anak. Demikian pula anak laki-laki suatu saat akan menjadi ayah, sehingga ia perlu figur seorang ayah yang peduli dengan pendidikan anak-anaknya agar kelak ia pun bisa menjadi ayah yang bertanggung jawab.

Ayah yang jarang terlibat dalam kegiatan belajar anak-anaknya sesungguhnya telah menanamkan citra bahwa bukanlah tugas ayah mengajari anak-anak, itu adalah tugas seorang ibu. Nah, Bagaimanakah pembagian peran ayah dan ibu dalam keluarga Anda? Sharing pengalaman Anda di pendidikan_rumah@yahoogroups.com.

2 komentar:

mahkotalima mengatakan...

Saya belum berkeluarga. Tapi ibu dan bapak saya bergatian membacakan saya buku sebelum tidur, sepanjang masa kanak-kanakku. Ibu saya menemani saya ketika ada kesulitan dalam belajar, bapak saya meyakinkan saya untuk selalu bekerja keras (dalam belajar). Bapak saya selalu bertanya,"mau memanfaatkan liburan ini untuk apa?" Ibu saya tawarkan berbagai ide, mulai dari magang, belajar bahasa, bekarya.

Derina Maehara mengatakan...

Anak adalah harta keluarga. Pandangan tentang pembagian peran bahwa wanita bergerak disekor domestik sedangkan laki-laki bergerak disektor domestik harus dihapuskan. Anak adalah tanggung jawab bersama. Setiap orangtua harus memperhatikan perkembangan anaknya.

Tentang Saya

Saya, ibu dua anak. Anak-anak saya tidak bersekolah formal. Blog ini berisi pemikiran, hasil belajar, dan beberapa pengalaman.

Jika Anda menggunakan tulisan di blog ini sebagai referensi: (1) HARAP TIDAK ASAL copy paste, (2) Selalu mencantumkan link lengkap tulisan. Dengan begitu Anda telah berperan aktif dalam menjaga dan menghargai hak intelektual seseorang.