Artikel lain

Jumat, 12 September 2008

Bermain Drama

Anak-anak menonton film pasti sudah biasa, tapi anak-anak menjadi pemain film, bahkan tanpa sutradara, itu baru luar biasa.

Itulah yang terjadi pada anak-anak saya. Sejak kami belikan VCD beberapa film ini: Fireman Sam (Si Pemadam Kebakaran), Postman PAT (Si Tukang Pos), dan Bob the Builder (Si Ahli Bangunan). Anak-anak akan memainkan tokoh-tokoh dalam film itu secara bergantian. Kadang-kadang mereka mainkan skenario pemadam kebakaran dan mereka jadikan benda-benda yang mereka mainkan sebagai tokoh-tokoh dalam film itu. Tentu saja benda-benda yang jadi tokoh film tidaklah menyerupai aslinya, melainkan hanya balok-balok atau kotak kardus yang mereka imajinasikan sebagai tokoh, dan merekalah yang menjadi pengisi suaranya.

Anehnya, mungkin karena mereka menonton dan memainkannya kembali, mereka jadi hafal dialog-dialog film itu secara persis. Sambil sibuk memindahkan kotak dan perlengkapan main, atau bahkan saat menggunting kertas dan mewarnai gambar biasanya mereka bergumam-gumam dalam sebuah dialog dengan intonasi yang persis sama dengan film aslinya.

Peralatan dan perlengkapan main yang mereka pakai hanyalah perlengkapan sederhana yang ada di rumah. Mereka pakai kardus bekas yang sengaja saya sediakan, kertas-kertas, gunting, pensil, buku-buku, dan lain-lain. Biasanya, buku dijadikan laptop, kursi kecil mereka jadikan mobil. Semua properti itu diubah-ubah sesuai keperluan skenario.

Nah, sudah jadi lah mereka para pemain drama. Orang dewasa mungkin sering kesulitan menghafal skenario, itu tidak terjadi pada anak-anak. Mereka menikmati setiap dialog dan ... nampaknya permainan itu demikian mengasyikkan sehingga selalu mereka lakukan setiap hari tanpa bosan. Hal positifnya, kosa kata mereka jadi bertambah dan kemahiran berbicara jadi meningkat. Mungkin mau mencobanya juga di rumah? Filmnya bisa apa saja asalkan bermuatan positif, tidak mengandung unsur kekerasan, dan tidak mengandung kata-kata yang negatif.

Tidak ada komentar:

Tentang Saya

Saya, ibu dua anak. Anak-anak saya tidak bersekolah formal. Blog ini berisi perjalanan pemikiran saya tentang pendidikan di rumah dan turunannya.

Jika Anda menggunakan tulisan di blog ini sebagai referensi: (1) HARAP TIDAK ASAL copy paste, (2) Selalu mencantumkan link lengkap tulisan. Dengan begitu Anda telah berperan aktif dalam menjaga dan menghargai hak intelektual seseorang.