Artikel lain

Senin, 03 Maret 2008

Membuat Kebun Herbal Mini


Beberapa waktu lalu saya pernah memposting tentang kegiatan memperkenalkan tanaman obat bagi anak-anak. Supaya anak-anak semakin dekat dan kenal ciri-ciri fisik setiap tanaman, saya mencoba menanamnya di dalam pot, terutama tanaman dan aneka rimpang yang terbilang agak langka, seperti lempuyang, kunyit hitam, jahe merah, bangle, temulawak, dan sambiloto.

Sekarang tanaman-tanaman itu sudah mulai tumbuh dan spesifikasi daunnya mulai terlihat. Supaya mempermudah anak-anak mengingat setiap tanaman, saya memasang namanya di atas karton agak tebal yang dilapisi plastik. Papan nama itu dilubangi dan diikatkan ke bibir pot yang juga sudah diberi lubang. Tentu saja hal itu dimaksudkan agar anak lelaki saya yang masih 3,5 tahun tidak bisa mencabutnya dengan sembarangan.

Kalau mau mencoba membuat kebun herbal mini di rumah, kita bisa pergi ke tukang obat-obatan herbal di pasar tradisional dan membeli benihnya. Mereka cukup senang hati untuk menjelaskan kepada kita tentang setiap tanaman, kalau kita mau bertanya.

Silakan mencoba! Saya yakin, mempopulerkan tanaman obat pada anak-anak akan besar manfaatnya bagi mereka. Bukan tidak mungkin, suatu hari nanti, obat-obatan herbal akan benar-benar menjadi andalan untuk menangani berbagai penyakit dengan tingkat resiko yang lebih kecil. Bahkan kita sebagai orang tua pun bisa ikut belajar bersama mereka. Terlebih bagi saya yang ternyata belum begitu tahu banyak tentang jenis tanaman obat, padahal usia sudah setua ini.

Salam pendidikan!

Tidak ada komentar:

Tentang Saya

Saya, ibu dua anak. Anak-anak saya tidak bersekolah formal. Blog ini berisi perjalanan pemikiran saya tentang pendidikan di rumah dan turunannya.

Jika Anda menggunakan tulisan di blog ini sebagai referensi: (1) HARAP TIDAK ASAL copy paste, (2) Selalu mencantumkan link lengkap tulisan. Dengan begitu Anda telah berperan aktif dalam menjaga dan menghargai hak intelektual seseorang.