Artikel lain

Senin, 20 Agustus 2007

Membuat "Lilin" Mainan


Pernah mendengar lilin mainan? Pasti ayah dan ibu dengan putra-putri yang masih balita akrab sekali dengan benda ini, karena anak-anak memang menyukainya. Beberapa sumber bahkan mengatakan bahwa bermain lilin mainan dan juga tanah liat bermanfaat untuk melatih motorik halus anak-anak, sehingga mereka lebih bisa berkonsentrasi dan lebih mudah untuk menguasai keterampilan menulis.

Untuk mendapatkannya sangat mudah. Tinggal berkunjung ke toko-toko mainan anak, supermarket, dan bahkan toko alat-alat tulis, pasti di sana tersedia lilin mainan. Tapi, memang akan terasa mahal juga harganya kalau anak-anak sangat sering bermain. Nah, ternyata kita bisa menyiasati itu dengan membuatnya sendiri. Tidak sama persis sih dengan lilin mainan yang dijual di toko-toko, tapi memiliki karakter dan fungsi yang hampir sama.

Bagi ayah-ibu yang belum tahu resep membuat "lilin" mainan, berikut saya berikan informasinya:

Bahan:
- 1/4 kg tepung terigu
- 1 gelas garam
- pewarna makanan berbagai warna (setidaknya 3 warna utama: merah, biru, kuning; warna lainnya bisa dihasilkan dari campuran 3 warna tersebut)
- 3 sendok minyak goreng
- 1/4 gelas air

Cara membuat:
- Campurkan terigu, garam, minyak, dan air menjadi satu lalu uleni (seperti adonan roti) sampai adonan tidak lengket di tangan dan wadahnya.

- Bagilah adonan tersebut menjadi beberapa bagian
- Berilah setiap bagian dengan warna berbeda sesuai selera
- lilin mainan buatan sendiri siap dimainkan

Catatan: Kalau menginginkan lebih banyak adonan, jumlah bahan tinggal ditambah dengan komposisi yang seimbang sesuai resep pertama.

Supaya lebih seru, kita bisa siapkan juga cetakan berbagai bentuk. Mungkin bisa mempergunakan cetakan kue milik ibu di rumah, tapi sebaiknya dengan pengawasan karena cetakan kue biasanya terbuat dari logam dan agak tajam.

Tips
- Wadahi lilin buatan dengan nampan supaya tidak berceceran di lantai atau karpet.

- Kalau mempergunkan karpet sebagai alas duduk, pilihlah karpet berbahan dasar plastik (bukan bludru) supaya lebih mudah dibersihkan.

- Supaya "lilin" ini bisa dipergunakan lagi dalam beberapa hari pemakaian (maksimal 7 hari), ayah-ibu bisa membungkusnya dengan plastik tertutup lalu menyimpannya di lemari es setelah dipakai, tapi hanya di bagian pendingin bukan di bagian pembeku (freezer).

Semoga bermanfaat, selamat mencoba!

4 komentar:

farida mengatakan...

wah, menarik sekali artikelnya. sangat bermanfaat. patut dicoba nih :)

kosong mengatakan...

wah bagus nih, aku juga punya info menarik yang lain lihat saja di http://herbaqu.blogspot.com
rugi kalau dilewatkan

outboundmalang mengatakan...

idenya kreatif jg.,.,.
bgus lho .,.

Mx Christianto mengatakan...

Waaah saya sudah mencoba membuatnya dan berhasil, salah satu pewarna alami yang saya gunakan adalah KEMBANG TELENG yang memberikan warna alami BIRU....
Dan secara kebetulan kami memang menjual serba serbi Kembang Teleng ini, bagi yang berminat menggunakan Kembang Teleng dapat menghubungi atau berkunjung ke tempat kami KC Nurseries Bogor....
Kami menyediakan berbagai macam kebutuhan anda mengenai kembang Teleng /Bunga Teleng
1. Bibit benih (Biji) yang dikemas dan berisi : 100 biji, 200 biji dan 500 biji atau lebih banyak lagi sesuai dengan permintaan/kebutuhan anda.
2. Bunga Teleng kondisi segar (baru dipetik dari pohon) dalam kemasan berisi 200 bunga, 400 bunga, dan 500 bunga, atau lebih banyak lagi sesuai dengan permintaan/kebutuhan anda.
3. Bunga Teleng yang sudah dikeringkan dalam kemasan, berisi 200 bunga kering, 400 bunga kering, dan 500 bunga kering, atau lebih banyak lagi sesuai permintaan/kebutuhan anda.
4. Bibit pohon kembang teleng yang belum berbunga, usia pohon antara 2 - 3 bulan dengan ketinggian 20 cm- 30 cm
5. Pohon Kembang Teleng yang sudah berbunga antara 1 – 4 bunga dan bunganya bisa langsung anda petik sendiri.
Silahkan bagi yang berminat dan ingin segera memiliki, hubungi kami melalui telepon/SMS ke nomor :
081384824904
BB :
KC Nursery
Christo

DAPATKAN BERBAGAI MACAM KHASIAT DAN KEGUNAAN KEMBANG TELENG DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI ANDA....

Tentang Saya

Saya, ibu dua anak. Anak-anak saya tidak bersekolah formal. Blog ini berisi perjalanan pemikiran saya tentang pendidikan di rumah dan turunannya.

Jika Anda menggunakan tulisan di blog ini sebagai referensi: (1) HARAP TIDAK ASAL copy paste, (2) Selalu mencantumkan link lengkap tulisan. Dengan begitu Anda telah berperan aktif dalam menjaga dan menghargai hak intelektual seseorang.